Ini Dia Kehalalan Asuransi Jiwa menurut Islam !!!

Kehalalan Asuransi Jiwa menurut Islam

Kita ikut asuransi sebagai usaha proteksi kita dari kerugian finansial yang mungkin akan terjadi di masa depan. Tidak hanya diri kita, asuransi juga bisa melindungi harta, kesehatan, jiwa, ataupun saat melakukan perjalanan. Dengan asuransi, efek kemanfaatnya akan terasa jika kita mengalami kerugian sehingga perusahaan akan membantu ganti rugi yang kita alami. Jadi bisa diambil kesimpulan jika asuransi memiliki manfaat yang besar bagi siapa saja yang menjadi peserta asuransi.

Penjelasan Kehalalan Asuransi Jiwa Bagi Para Muslim

Sebagai ilustrasi, suami yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia karena kecelakaan. Karena mengikuti asuransi, keluarga yang di tinggalkan tidak akan bingung lagi memikirkan biaya pemakaman karena sudah ditanggung pihak asuransi. Selain itu sisa uang klaim bisa digunakan untuk membuka usaha agar perekonomian keluarga tetap berjalan atas sepeninggalan suami dan anak – anak bisa melanjutkan sekolah lagi.

Hanya saja, dimasyarakat terjadi perdebatan mengenai kehalalan asuransi jiwa. Ada yang berpandangan bahwa asuransi ini bertentangan dengan agama terutama asuransi jiwa seperti menjual jiwa manusia. Hal ini lumrah karena karena masalah asuransi tidak dijelaskan dengan tegas di dalam nash. Dalam firman Allah SWT telah menyiapkan segala – galanya untuk kepentingan mahkluk-Nya termasuk manusia sebagai khalifah di bumi. Masalah ini termasuk ijtihadi yaitu masalah perbedaan pendapat antar ulama dan sukar dihindari sehingga pendapat harus saling dihargai. Yuk kita bahas dari berbagai sudut.

Sebagaian ulama masih mengangggap jika asurasni jiwa itu haram hukumnya. Hal ini dikemukakan oleh Sayyid Sabiq Abdullah al-Qakqii Yusuf Qardhawi dan Muhammad Bakhil al-muth’I dengan beberapa alasan. Alasan pertama, asuransi sama dengan judi karena transaksinya ada unsur taruhan ( untung – untungan). Yang kedua ada unsur tidak pasti karena menjamin atas peristiwa di masa depan. Kita tidak tahu peristiwa kedepannya bagaimana. Yang ketiga ada unsur riba karena ada salah satu pihak yang dirugikan jika dana berhenti. Selanjutnya ada unsur pemerasan yang terjadi antara pemegang polis dengan perusahaan asuransi. Jika pemegang polis menghentikan pembayaran preminya maka premi yang selama ini dibayarkan mulai dari awal sampai berhenti akan hilang seketika. Lebih lanjut lagi masalah pengelola uang premi para pemegang polis. Premi yang terkumpul, oleh pihak perusahaan aka di putar lagi untuk menghasilkan keuntungan yang besar. Hal inilah muncul riba. Dalam asuransi juga terdapat jual beli atau tukar menukar uang yang tidak tunai dan tidak ada bendanya. Yang terakhir adalah hidup mati manusia dijadikan obje bisnis yang sama dengan mendahului takdir Allah SWT.

Baca Juga !!!  Asuransikan Rumah Dari bahaya yang mengancam

Di lain sisi ada ada juga yang mengakui kehahalkan asuransi jiwa seperti yang di di kemukakan Abd. Wahab Khalaf Mustafa Akhmad Zarqa Muhammad Yusuf Musa dan Abd. Rakmad Isa dengan berbagai alasan. Yang pertama adalah tidak ada nash yang melarang asuransi, adanya kesepakatan kedua belah pihak yang dituangkan dalam polis asuransi. Dari asuransi tersebut menguntungkan kedua belak pihak. Dari premi – premi yang dikumpulkan bisa di investasikan perusahaan asuransi untuk membangun proyek – proyek produktif  yang bisa menyejahterakan rakyat. Di dalam asuransi pun ada akad mudharabah dan bisa dianalogikan dengan sistem pensiun seperti taspen.

Sedangkan menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) kehalalan asuransi jiwa sudah jelas. Pertama asuransi sebagai perlindungan terhadap harta dan nyawa atas hal – hal yang mungkin akan terjadi sehingga bisa meminimalisir kerugian seseorang. Hal – hal yang bisa diasuransikan seperti rumah, kendaraan, kesehatan, pendidikan, dan nyawa. Adanya unsur tolong menolong antara pihak melalui investasi. Adanya unsur tolong menolong melalui pola pengembalian menghadapi resiko. Adanya kebaikan yang terjadi dimana klaim yang dibayarkan sesuai perjanjian. Berbagi risiko dan keuntungan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi. Yang terakhir adanya akad dalam asuransi melalui musyawarah. Kehalalan asuransi jiwa semuanya kembali ke diri kita sendiri. Jika niat kita ikut asuransi baik, maka akan membawa dampak baik juga. Tetapi jika niat kita jelek yang pasti haram di ikuti

Tags :

kehalalan asuransi jiwa, asuransi jiwa, asuransi, asuransi jiwa terbaik, asuransi syariah, asuransi kesehatan terbaik, asuransi online, polis asuransi, premi asuransi jiwa, premi asuransi, asuransi pendidikan terbaik, asuransi jiwa sinarmas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *